Tuesday, June 4, 2013

True Story - Mereka Bilang, Aku Gila...

Diambil dari catatanku di Kompasiana 17 Nopember 2011

Dulu, waktu aku kecil Bunda sering sekali marah, pasalnya semua buku yang bunda berikan pasti selalu penuh sama tulisan aku yang ga jelas. Bahkan bunda menyembunyikan beberapa buku untuk di lindungi nya. Tak hilang akal aku menulis semua pikiran yang penuh di kepala ku menggunakan media dinding kamar.. saat itu aku berfikir, bahwa satu satu nya sahabat ku hanyalah dinding kamar ini. Alhasil dinding berwarna kuning muda itu berubah menjadi diary dadakan ku..



Tak terbayang marah nya bunda saat masuk kedalam kamar mungil ku.. kakak laki laki ku malah bersorak gembira dan bertepuk tangan.. entah apa maksud nya.. mungkin mereka pikir adik nya telah menjadi”pemberontak” kecil dengan wajah imut…

aku punya empat kakak laki-laki, sebagai anak paling kecil dan satu-satunya perempuan, aku lebih suka mengikuti kemanapun mereka pergi ketimbang main dengan teman-teman sebayaku.. jadi hubungan kami sangat erat sampai sekarang.. (bahkan mereka masih menganggap aku adik nya yang masih kecil)

Beranjak ABG, saat itu aku masih duduk di bangku sekolah menengah.. musuh terbesar ku adalah guru bahasa Indonesia, kenapa??? ga tahu!! aku juga bingung.. tapi kenyataan nya Guru bengis itu tak pernah memberikan aku lebih dari angka 7 setiap pelajaran mengarang..

saat aku bertanya “kenapa cuma dapat nilai 7???”
jawab nya hanya “saya meminta kamu menulis karangan pendek, bukan novel!!! saya pusing baca tulisan kamu yang 12 halaman itu” 

huuuffhhh…!!! guru yang aneh… 

tapi mungkin aku yang lebih aneh.. karena tangan ku selalu berhenti menulis di atas 10 halaman.. hasilnya Nilai bahasa indonesia ku di raport cuma 7..

teman-teman bilang, aku bodoh karena berniat  protes ke kepala sekolah, ah.. bagi ku mereka yang bodoh tak bisa mengukapkan keadilan!!

dan akhirnya kami pun (aku dan guru bengis itu) di pertemukan di ruangan kepala sekolah..

“Ibu, ananda fidel ini mau bertanya kenapa ibu memberikan Nilai 7 di raport nya.. bisa dijelaskan?” kepala sekolah memulai pembicaraan..
“waduuhh pak.. tobaaattt saya…” jawab sang guru sambil memberikan kertas kertas hasil ujian ku selama setahun.
(hmmm.. rupanya dia sudah mempersiapkan nya.. good job!)

aku melihat reaksi kepala sekolah … berawal dari kedua alis nya yang berkerut.. lalu berubah jadi senyum dan tiba tiba

 “whuaaa haha.. ha…ha.. ha…”

perut buncitnya naik turun mengikuti ritme pundaknya yang bergerak ke atas kebawah..

“pak?? kok malah tertawa??” tanya guru bengis ini…
“jadi.. kamu selalu menulis jawaban essai sebanyak ini???” tanya kepala sekolah kepada ku
“iya.. “jawab ku pelan, aku mulai takut jangan jangan aku salah..
“haha.. haa.. haa… bagus.. bagus.. bagus.. hahaha… hahaha..”
“looh pak bagus apanya???” guru bengis ku mulai  emosi
“sabar bu.. kita harus sabar menghadapi anak-anak seperti ini..”

lalu kepala sekolah meminta ku meninggalkan raportnya di meja beliau “simpan saja di sana nanti saya rapatkan dengan guru guru lain nya, sekarang kamu boleh pulang”
entah apa yang terjadi, beberapa hari kemudian aku melihat beberapa angka di raport ku naik 1 angka..

“wow!!! its cool..!!!”

mereka bilang aku kena 5 penyakit gila… 
gila nulis, 
gila ngoceh, 
gila makan, 
gila tidur 
dan gila beneran!!! 

terserah mereka, toh aku gila tidak merugikan siapapun… 

lulus SMP aku mulai berlari ke musik.. dengan modal bisa main gitar 6 kunci.. G, Em, C, D, Bb dan Bm… aku curhat lewat lagu.. 
aha!! aku berhasil membuat 10 lagu dengan kunci yang sama atau bahkan cuma di bolak balik menjadi lagu yang berbeda… 
(hmm tapi itu duluuuu… sekarang?? lebih paraahhh…)

Saat ku beranjak remaja aku memilih kelas Ipa untuk aku tekuni, hmm.. sekedar menyombongkan diri pada teman-teman ku.. ternyata.. musuhku kali ini adalah guru fisika…
beliau bilang aku tidak pernah serius belajar di kelas, karena selalu menunduk dan menulis.. pernah suatu hari buku fisika ku disita karena masalah itu.. dan aku di panggil keruangan BP (Bimbingan dan Penyuluhan)

“fidel tahu kesalahan mu hari ini?” tanya sang guru BP.. aku menggeleng pelan, kali ini aku benar-benar bingung apa salahku. guru BP membuka-buka buku fisika ku.. tiba-tiba aku melihat wajahnya memerah,
 “celaka!! pasti dia marah” pikirku dalam hati.. lalu senyum tipis mengembang di wajahnya yang terlihat berwibawa itu.. “ini buku pelajaran kamu nak?” tanya nya halus..
aku mengangguk “iya.. ada yang salah ya bu?” beliau tersenyum kali ini lebih lebar hampir mengarah pada tawa.. “seumur-umur saya belum pernah lihat tulisan seperti ini.. konyol, nyentrik, aneh tapi brilian”

aku penasaran dan mengintip ke buku catatan ku.. aku melihat pembahasan soal tentang kalor, dan kulihat disana ada gambar teko yang sedang di panaskan di atas api lengkap dengan penjambaran rumusnya..
dan aku menunduk malu saat kubaca tulisan kecil di pojok kiri bawah..

“NOTE: saat air mencapai titik didih, segera diangkat! kalau lupa, bunda bisa ngamuk…”

anehnya… aku tak kena hukuman apapun.. ah guru BP itu sungguh baik hati..
lalu bagaimana dengan nasib guru fisika ku??? sejak itu beliau selalu bertanya “hari ini gambar apa lagi??”
hehehe..

yupz… aku mungkin gila.. karena sering tanpa sadar aku menulis di kertas rokok teman-teman ku..
(aku tidak merokok, bukan kenapa-kenapa.. asapnya saja bisa bikin mata aku merah dan hidungku gatal)

aku juga sering menulis di telapak tangan temanku jika tak ada media lagi yang bisa kumanfaatkan.. (dan temanku pasti langsung ngamuk-ngamuk, karena aku hanya menulis rincian hutang hari ini)

penyakit corat coret dan gambar ga jelas juga masih terbawa sampai aku kuliah jurusan Teknik Komputer bahkan sampai masuk dunia kerja.. untung nya Dosen-dosen mulai mengerti kebiasaan ajaibku ini (secara aku perempuan satu-satunya di kleas jadi selalu ada kata “maaf” untuk aku, sepertinya mereka malas berurusan dengan kaum hawa).

kebiasaanku yang menulis essai terlalu panjang, kebiasaan ku protes, kebiasaan ku bernegoisasi (sebenarnya merengek) minta perpanjangan waktu pengumpulan tugas, kebiasaan ku datang jauh lebih awal (cuma sekedar mau menulis dalam keadaan sepi). dosen-dosen lebih mau berkompromi dan mau berdamai dengan sikap ku yang teman-teman bilang  “sanguin autis statis“  heheheh… sifat yang aneh..

penyakit gila ku sebenarnya banyak, kadang aku bingung menghapal berbagai macam jalan di jakarta ini.. (padahal lahir disini..). pernah suatu hari aku nangis sambil telpon beberapa teman kampusku

“wwaaa.. hiks.. waaa… hiks.. ini dimana yaa.. gue nyasar!!!” hasilnya beberapa teman panik dan membentuk tim untuk menemukan aku.. (ternyata cuma terlewat sekitar 200 meter dari kampus).

sejak itu mereka menerapkan jadwal piket untuk antar jemput aku.. (thanks ya friends..!!!)

Penyakit gila ku sebenarnya banyak, tapi nanti malah di protes karena nulisnya terlalu panjang.
mungkin lainkali saja aku membeberkan aib ku sendiri di dunia maya ini..
waahh!!! itu dia penyakit gila ku yang satu nya…

yaa.. nama nya juga gila, ga jelas juga tulisan nya tentang apa dan tujuan nya apa…
yang penting sekarang aku punya media untuk menulis  tanpa di marahin bunda lagi


the one and only
-fidelia harris-