Wednesday, October 9, 2013

Tak selamanya diam itu EMAS


Pada jaman dahulu kala, waktu aki-aki kita masih ngelawan kompeni ada pepatah yang mengatakan "diam itu emas" kemungkinan itu terjadi waktu jaman peperangan. Dulu para pejuang lebih memilih diam daripada harus bongkar rahasia sama kaum penjajah. Trus bertahun-tahun berlalu pepatah itu masih berlaku, ada kemungkinan juga karena Emak dan Bapak kita menggunakannya saat "enggan" beradu argumen takut gontok-gontokan kayak petinju di televisi.


Tapi.. Apa mungkin pepatah itu masih berlaku dijaman sekarang? Yuukk kita bedah dengan versi aku...

Disaat apakah Diam itu dianggap EMAS?
1. Saat males bersitegang sama orang gila yang lagi ngamuk-ngamuk depan muka kamu.
*lebih baik diam kan? Daripada dianggap gila juga.

2. Saat pacar kamu tiba-tiba guling-gulingan dijalan karena kamu menolak belikan dia sepatu baru.
*mendingan pura-pura ga kenal deh.. Hihihi..

3.Saat emak-emak rempong lagi ngegosip depan komplek.
*jangan ikutan ngegosip, selain ga berkualitas, repot mengingat aib orang dan percaya deh besok-besok kita jadi ikutan kepo.

4. Saat kamu diancam harus buka aib orang lain.
*apapun alasannya, ini haram hukumnya.

5. Saat kamu ga tau harus ngomong apaan, sementara dikepala kamu pengen maki-maki orang.
*daripada yang keluar kata-kata kasar dan kebun binatang semua, mending tutup mulut.

6. Saat musuh kamu marah-marah pakai emosi tingkat tinggi.
*sebaiknya kamu balas dengan senyuman mirip iklan pasta gigi biar orang-orang nyangka musuh kamu ga waras karena marah-marah ga jelas.

Dan saat-saat lainnya jika itu dianggap cukup bijaksana untuk tutup mulut. Tapi kenyataannya banyak orang yang ga "bijak" menggunakan pepatah ini, misalnya..

1. Saat orang bertanya baik-baik kamu cuma bengong ngeliatin muka orang itu tanpa berkata apa-apa.
2. Kalo ditanya "kamu mau eskrim stroberi atau coklat?" Trus jawaban kamu cuma geleng-geleng, ngangguk dan angkat bahu.

*Helooo???!!! Pertanyaan poin 2 itu pilihan loohh... Harusnya dijawab dengan kata-kata yang jelas "aku pengen eskrim stroberi" atau "aku pengen rasa coklat" atau "aku mau keduanya boleh??" Yang penting tunjukin sama semua orang kamu tuh punya otak buat mencerna sebuah pilihan. Bukan dengan isyarat angkat bahu, ngangguk atau geleng-geleng. Believe me, sikap itu menyebalkan tingkat dewa.

3. Saat kamu harus mengungkapkan sebuah kebenaran dan kenyataan yang ada, misalnya dipengadilan kamu harus jawab dengan jujur bukannya malah diam sambil senyum-senyum dan melambai kearah kamera.

Banyak hal yang harusnya dianggap bijak mengenai pepatah diam adalah emas ini, akhir-akhir ini aku lagi sebal menghadapi orang yang setiap ditanya cuma jawab dengan mengangguk, geleng-geleng dan angkat bahu. Sekalinya keluar kalimat, dengan tarikan nafas panjang jawabannya cuma "terserah..".
*rasanya pengen garuk-garuk tembok terus bilang sama tembok "yuk ngobrol.."

Jadi ingat jaman SMA dulu waktu pe de ka te sama cowok, jawabannya cuma pakai isyarat ngangguk, geleng dan angkat bahu. Aku langsung ilfil dan ga pengen ketemuan lagi.. Berasa ngomong sama tembok, orang-orang seperti itu artinya ga menghargai lawan bicara. Laahh kalau dirinya aja ga bisa menghargai kita, trus ngapain kita pacarin?

Aahh itu masih mending daripada kayak aku semalam.. waktu diajak ngobrol, orangnya melengos pergi sambil angkat bahu.. Hadduuhh... Nasiiipp... Nasiiipp...

Curcol ini tidak menyinggung pihak manapun, kalau ada yang merasa tersinggung yaa perbaiki diri lah dari sekarang sebelum dianggap tembok sama orang lain.

*Edisi ngomel-ngomel*