Friday, March 2, 2018

review - Malish Celia (Single pump)

Sebagai mamak eping sejati, mesin pompa adalah senjata andalan untuk membantu memerah ASI terlebih lagi kalau kita ga bisa teknik Marmet. Teknik Marmet adalah metode memijat dan menstimulasi payudara menggunakan tangan agar ASI keluar lebih optimal yang paling banyak digunakan. Dikembangkan oleh Chele Marmet dari Lactation Institute, teknik ini dirancang sebagai cara memerah ASI yang paling efektif (Sumber: Disini ).




Makanya waktu mesin Spectra 9+ kesayangan ngadat, udahlah rasanya dunia runtuh mewek mewek mikirin caranya ngasih ASI untuk baby Myesha. Searching di IG sewa pompa ASI, ketemulah sama akun @asikulancar  yang bisa jadi solusi emak emak galau semacam saya. Mau sewa Spectra lagi kok rasanya pengen explore merk lain, mau coba manual takut capek karena udah biasa dimanjain sama pompa elektrik.. Akhirnya setelah kebanyakan galau, pilihan jatuh ke Malish Celia Single Pump.

Kenapa Malish? Karena setelah googling dan tanya tanya sana sini, Malish ini termasuk salah satu mesin pompa yang banyak direkomendasikan sama banyak orang. Selain itu Malish  berlisensi dari Rusia as we know mesin buatan sonoh lebih kuat yess.. Kenapa milih Single pump? karena saya selalu mengkombinasikan pompa dan marmet. Jadi saat mesin memompa, tangan saya yang satunya memijit.

Eh btw kenapa jadi "saya" nulisnya? beda atmosfir yee kalau nulis makeup sama nulis mesin pompa.. berasa udah ibu ibu jadi harus kasih panutan yang baik dalam berbicara #pretbanget

Tampilan Body:

Dilihat sekilas, Malish Celia ini lebih macho ketimbang saudara lainnya. Tampilan LED dan touch screen pada layarnya membuat tampilannya kelihatan lebih kekinian dan keren. Selain itu Bodynya ga besar, mudah untuk dimasukan kedalam kantung depan Gabag Moana saya. Hal inilah yang membuat saya jatuh cinta waktu lihat pertamakali di akun IG Malish. Simple, kuat dan macho.

Bodynya didominasi warna putih dengan layar hitam, ada garis warna ungu disekeliling samping bodynya. Warna ungu ini juga ada di tombol pada layar. Warna ungu ini yang kelihatan centil tapi ga terlalu "cewek banget".

Spesifikasi:
  • Memiliki desain hisapan dengan 2 fase/ritme; ritme awal untuk menstimulasi/pijatan dan ritme kedua untuk memompa. Konon katanya desain ini meniru cara bayi ketika nenen langsung dengan ibu.
  • Motor memiliki 9 tingkat untuk stimulasi (sementara Spectra cuma sampai level 5) dan 9 tingkat untuk expression/memompa.
  • Tombol kendali sistem touch screen.
  • Memiliki fungsi auto timer 30 menit artinya pompa akan mati otomatis setelah 30 menit. Hal ini bertujuan agar pompa lebih awet.
  • Memiliki jenis motor yang tidak berisik, kurang dari 60dB.
  • Memiliki mekanisme closed system pump (anti backflow). Ini artinya pompa ASI lebih higienis karena asi dicegah masuk kedalam selang atau motor dan membuat motor unit relatif awet karena ASI tidak langsung masuk ke mesin.
  • Dilengkapi bantalan corong silicone agar memompa lebih nyaman dan proses vakum pijat payudara lebih maksimal.
  • Bisa digunakan tanpa harus tergantung pada listrik. Dalam kondisi baterai terisi penuh bisa digunakan 5 kali memompa dengan durasi sekali pompa 30 menit. Terdapat indikator baterai sehingga kita bisa kontrol kapan harus isi ulang. (Tips: Isi ketika garis sudah tinggal satu, jangan tunggu kosong).
  • Bisa digunakan baik dengan botol standardneck maupun wideneck
  • Bergaransi resmi 12 bulan dari Malish Indonesia

Saya sendiri ga tau Malish Celia ini ukuran corongnya berapa, soalnya dipayudara saya masih terasa nyaman meski pakai tambahan silikon.  Sementara kalau pakai Spectra 9+ saya pakai corong ukuran M (28mm) tanpa silikon, FYI silikon yang ukuran M ga enak sakit banget. So sad..



Sparepart:
  1. Tutup corong. Agar pompa ASI tetap bersih ketika dalam perjalanan dan dimasukkan kedalam tas.
  2. Bantalan corong silicone.
  3. Badan corong
  4. Cap plug
  5. Tutup diafragma
  6. Diafragma
  7. Connector selang
  8. Adaptor (model colokan UK)
  9. Selang
  10. Motor unit
  11. Membran
  12. Valve
  13. Dudukan botol
  14. Botol wideneck 120ml
  15. Converter leher WIDE to STD sehingga pompa bisa juga dipasang dengan botol ASI standard-neck.
  16. Nipple
  17. Ring/lid nipple
  18. Penutup nipple
  19. Solid lid botol (untuk penyimpanan ASI). 




Isi botolnya meski terlihat kecil dan unyu tapi cukup banyak loh, sekitar 120ml kalau ga salah tapi masih bisa up sampai batas hampir leher jadi sekitar 150ml. Mungkin karena bentuknya agak bulat yaa seperti botol susu Avent Natural.

Kesimpulan:

(+)
  • Mode pijat ada 9 level, Tapi level 4 aja udah cukup buat saya 
  • Mode Hisap biasanya pada mesin Spectra 9+ saya pakai level 7, Tapi pakai Malish ini saya cukup pakai level 5 saja. Hisapannya kuat boss...
  • Body ramping
  • Suara ga berisik banget
  • touch screennya bikin lebih kekinian
  • Silikonnya nyaman ga sakit dan pas untuk ukuran Nipple medium.
  • Ada tombol On / Off di belakangnya jadi ga takut touch screennya kepencet sendiri dalam tas
  • Valve yang tidak mudah sobek, bukan dari bahan silikon tapi plastik.
  • Rechargeable! ini penting banget untuk emak emak yang kegiatannya lebih banyak diluar rumah.
  • Sparepart mudah dicari, banyak yang jual di online shop. Service centernya juga ada di Jakarta (katanya mau pindah ke Kemayoran).
(-)
  • Bagian bawah corong celahnya agak sempit, jadi effort membersihkanya rada lumayan saat dicuci.
  • Pernah sekali pompa sambil chatting jadi kepenuhan dan Diafragmanya ga benar benar closed system karena susu udah hampir masuk selang. :( 
  • Sparepart Malish beda-beda dengan seri lainnya jadi kalau sampai salah beli dan ga cocok.. yaa sedih!
Sempat kepikiran untuk beli Malish Celia ini untuk backup, harganya juga ga semahal Spectra 9+. Sekitar 1,1 juta. Tapi berhubung si Spectra udah sembuh jadi masih mikir mikir.. heheheh...